;
Masalah pembayaran sering bermula sebelum uang dikirim. Importir terburu-buru mengejar stok, sementara jumlah barang, ongkir lokal, varian, atau identitas penerima belum diperiksa secara menyeluruh.
Setelah dana terkirim, kesalahan tersebut baru diketahui. Proses perbaikannya dapat membutuhkan tambahan pembayaran, pembatalan, atau refund yang memakan waktu.
UMKM dapat mengurangi risiko dengan menerapkan prosedur pembayaran yang sederhana dan konsisten pada setiap pesanan.
Sebelum meminta tagihan, pastikan produk yang dipilih sudah benar. Konfirmasikan nama barang, model, ukuran, warna, bahan, jumlah, dan kelengkapan yang diperoleh.
Untuk produk custom, catat pula desain, toleransi hasil produksi, waktu pengerjaan, dan syarat persetujuan sampel.
Jangan mengandalkan foto produk saja apabila spesifikasi teknis menentukan fungsi barang.
Harga yang terlihat pada halaman produk belum tentu menjadi nilai akhir. Tanyakan kembali stok, harga berdasarkan jumlah pembelian, diskon, biaya custom, dan ongkir menuju gudang China.
Jika seller menyatakan ongkir akan diubah setelah order dibuat, jangan membayar sebelum nominalnya diperbarui dan diperiksa kembali.
Catat berapa lama seller membutuhkan waktu untuk memproduksi atau mengirim barang.
Periksa apakah pembayaran ditujukan ke pesanan platform, akun digital, rekening pribadi, atau rekening perusahaan.
Untuk transfer bank, cocokkan nama rekening dengan data supplier pada invoice. Jika penerima berbeda, minta penjelasan tertulis sebelum melanjutkan.
Jangan mengubah tujuan pembayaran hanya berdasarkan pesan singkat dari akun yang belum dipastikan keasliannya.
Harga barang bukan satu-satunya komponen modal. Perhitungan awal sebaiknya mencakup:
Nilai pembelian dalam RMB
Kurs yang digunakan
Biaya jasa pembayaran
Ongkir lokal China
Biaya pemeriksaan atau gudang
Ongkir internasional
Cadangan perubahan berat dan volume
Biaya pengantaran akhir
Perhitungan tersebut membantu UMKM menentukan apakah harga jual masih memberikan keuntungan yang memadai.
Pilih metode yang menghasilkan catatan transaksi. Jika menggunakan jasa pembayaran, pastikan tersedia kode transaksi dan rincian nominal rupiah maupun RMB.
Simpan bukti transfer kepada penyedia jasa serta bukti pembayaran dari penyedia kepada seller. Keduanya memiliki fungsi berbeda.
Bukti pertama menunjukkan dana telah diserahkan oleh importir. Bukti kedua memastikan pembayaran telah diteruskan kepada penerima di China.
Setelah pembayaran diproses, periksa status order pada platform atau minta konfirmasi seller. Jangan hanya berpegang pada informasi bahwa dana sedang diproses.
Jika seller belum menerima pembayaran, hubungi penyedia dengan menyertakan kode order, nominal, waktu transaksi, dan tujuan pembayaran.
Hindari melakukan pembayaran kedua sebelum status transaksi pertama dipastikan gagal.
Setelah transaksi selesai, catat nilai rupiah yang keluar, nominal RMB yang dibayarkan, kurs, biaya layanan, dan selisih pembayaran.
Jika pesanan dibatalkan, catat posisi refund secara terpisah. Pastikan apakah dana dikembalikan ke metode asal, saldo akun, atau penyedia pembayaran.
Nilai rupiah yang diterima kembali dapat berbeda apabila terdapat perubahan kurs atau biaya tertentu. Karena itu, jangan menghapus transaksi awal dari pembukuan. Catat pembayaran dan refund sebagai dua kejadian yang saling berkaitan.
Untuk supplier atau penyedia pembayaran baru, lakukan uji coba dengan nominal terbatas. Nilai kecepatan respons, ketepatan pembayaran, kualitas bukti, dan penanganan kendalanya.
UMKM tidak membutuhkan sistem pembayaran yang paling rumit. Mereka membutuhkan proses yang disiplin, transparan, dan dapat ditelusuri dari dana keluar hingga seller mengonfirmasi penerimaan.
Dengan SOP yang konsisten, kesalahan nominal, penerima, pembayaran ganda, serta kekacauan pencatatan modal dapat dikurangi sejak awal.
JasaAlipay.id