Cek Artikel yang Trending pada halaman Blog

Kenapa Ongkir Impor Bisa Berubah?

Kenapa Ongkir Impor Bisa Berubah?

Dalam bisnis impor, ongkir adalah salah satu komponen biaya yang sering membuat pemula bingung. Di awal, estimasi pengiriman terlihat murah. Namun setelah barang dipacking, ditimbang, atau masuk gudang, biaya ongkir bisa berubah dari perkiraan awal.

Hal ini wajar terjadi karena ongkir impor tidak hanya dihitung dari harga barang. Ongkir bisa dipengaruhi oleh berat, volume, jenis barang, jalur pengiriman, packing, minimum charge, lokasi supplier, sampai biaya tambahan tertentu.

Karena itu, penting memahami kenapa ongkir impor bisa berubah agar Anda tidak salah menghitung modal dan tidak kaget saat tagihan pengiriman keluar.

1. Berat Barang Berbeda dari Perkiraan Awal

Salah satu penyebab paling umum ongkir impor berubah adalah berat barang ternyata berbeda dari estimasi awal. Seller kadang hanya memberikan perkiraan kasar sebelum barang dipacking.

Misalnya seller mengatakan berat sekitar 5 kg, tetapi setelah barang masuk kardus dan dipacking, berat akhirnya menjadi 7 kg. Perubahan ini tentu membuat biaya pengiriman ikut naik, terutama jika pengiriman dihitung berdasarkan kilogram.

Karena itu, sebelum membayar atau mengirim barang, sebaiknya tanyakan berat setelah packing, bukan hanya berat produk.

2. Volume Barang Lebih Besar Setelah Packing

Selain berat, volume juga sangat berpengaruh terhadap ongkir impor. Barang yang ringan tetapi ukurannya besar bisa dikenakan biaya lebih mahal karena memakan ruang.

Contohnya:

  • boneka

  • bantal

  • box kosong

  • barang plastik besar

  • dekorasi rumah

  • produk dengan kemasan tebal

Barang seperti ini mungkin tidak terlalu berat, tetapi volumenya besar. Jika pengiriman dihitung berdasarkan CBM atau berat volume, ongkir bisa lebih tinggi dari perkiraan awal.

3. Packing Tambahan Membuat Ukuran Paket Bertambah

Packing tambahan memang penting untuk menjaga barang tetap aman. Namun, packing tambahan juga bisa membuat berat dan volume paket naik.

Packing tambahan bisa berupa:

  • bubble wrap

  • kardus tambahan

  • packing kayu

  • pallet

  • foam pelindung

  • plastik pelindung

  • tambahan lapisan keamanan

Jika barang mudah pecah, elektronik, atau bernilai tinggi, packing tambahan sering dibutuhkan. Akibatnya, ongkir bisa berubah karena ukuran akhir paket berbeda dari estimasi awal.

4. Ada Minimum Charge

Dalam pengiriman impor, sering ada minimum charge. Artinya, meskipun barang Anda lebih kecil atau lebih ringan dari batas minimum, biaya tetap dihitung berdasarkan minimum tersebut.

Contoh:

  • berat barang 1 kg

  • minimum charge 2 kg

  • maka ongkir tetap dihitung 2 kg

Atau:

  • volume barang 0,05 CBM

  • minimum charge 0,1 CBM

  • maka biaya tetap dihitung 0,1 CBM

Inilah alasan barang kecil belum tentu selalu murah untuk dikirim. Jika terkena minimum charge, biaya bisa terasa lebih tinggi dari perkiraan.

5. Perhitungan Berat Aktual dan Berat Volume

Pada beberapa jalur pengiriman, terutama udara, ongkir bisa dihitung berdasarkan berat aktual atau berat volume. Biasanya yang digunakan adalah mana yang lebih besar.

Contohnya:

  • berat aktual: 3 kg

  • berat volume: 6 kg

Maka biaya bisa dihitung berdasarkan 6 kg, bukan 3 kg.

Hal ini sering terjadi pada barang yang ringan tetapi ukurannya besar. Karena itu, jangan hanya menanyakan berat barang. Tanyakan juga ukuran paket setelah packing.

6. Ongkir Lokal China Belum Termasuk

Banyak pembeli hanya menghitung ongkir dari China ke Indonesia, tetapi lupa menghitung ongkir lokal China. Padahal, sebelum dikirim ke Indonesia, barang biasanya harus dikirim dulu dari supplier ke gudang China atau forwarder.

Ongkir lokal China bisa berubah tergantung:

  • lokasi supplier

  • jarak ke gudang

  • berat paket

  • volume paket

  • jumlah koli

  • jasa ekspedisi lokal yang digunakan

Jika ongkir lokal belum dihitung sejak awal, total biaya impor bisa berubah saat seller mengirimkan tagihan akhir.

7. Jumlah Koli Berbeda dari Perkiraan

Ongkir juga bisa berubah jika jumlah paket atau koli ternyata lebih banyak dari perkiraan. Misalnya, Anda mengira barang dikirim dalam 1 koli, tetapi seller mengirim dalam 3 koli.

Jumlah koli bisa memengaruhi:

  • biaya handling

  • biaya gudang

  • biaya pickup

  • risiko minimum charge per paket

  • proses pencatatan dan sortir

Karena itu, sebelum barang dikirim, tanyakan apakah barang akan dikirim dalam satu paket atau beberapa paket.

8. Jenis Barang Mempengaruhi Tarif

Tidak semua barang memiliki tarif pengiriman yang sama. Beberapa barang bisa dianggap lebih sensitif, lebih berisiko, atau membutuhkan perlakuan khusus.

Contohnya:

  • barang mudah pecah

  • elektronik

  • barang mengandung baterai

  • cairan

  • powder

  • magnet

  • produk tekstil tertentu

  • barang berukuran besar

  • barang yang membutuhkan dokumen tambahan

Jika kategori barang berbeda dari deklarasi awal, tarif pengiriman bisa berubah. Karena itu, jelaskan jenis barang dengan benar sejak awal.

9. Jalur Pengiriman yang Dipilih Berubah

Ongkir impor juga bisa berubah jika jalur pengiriman berubah. Misalnya, awalnya ingin menggunakan laut retail, tetapi karena barang urgent akhirnya dipindahkan ke udara. Atau barang awalnya direncanakan masuk laut kiloan, tetapi volumenya lebih cocok dihitung dengan CBM.

Secara umum:

  • udara lebih cepat tetapi lebih mahal

  • laut retail lebih hemat tetapi lebih lama

  • LCL cocok untuk volume lebih besar

  • FCL cocok untuk barang satu kontainer

Jika jalur berubah, biaya juga ikut berubah.

10. Jadwal dan Kondisi Logistik Berubah

Biaya pengiriman bisa ikut berubah karena kondisi logistik. Misalnya ada kepadatan pengiriman, perubahan jadwal kapal, peak season, libur panjang, atau kapasitas pengiriman terbatas.

Pada periode tertentu seperti menjelang hari besar, akhir tahun, atau setelah libur panjang, biaya pengiriman bisa lebih sensitif karena permintaan pengiriman meningkat.

Karena itu, estimasi ongkir sebaiknya dianggap sebagai perkiraan, bukan angka yang selalu pasti sampai barang benar-benar diproses.

11. Kurs Berubah

Jika biaya pengiriman dihitung dalam yuan atau dolar, perubahan kurs bisa memengaruhi total biaya dalam rupiah. Walaupun tarif dalam mata uang asing tetap, jumlah rupiah yang harus dibayar bisa berubah.

Misalnya tarif pengiriman tetap 300 yuan, tetapi kurs yuan naik. Maka biaya dalam rupiah juga ikut naik.

Karena itu, saat menghitung modal impor, gunakan kurs yang realistis dan siapkan sedikit cadangan biaya.

12. Ada Biaya Tambahan dari Gudang atau Forwarder

Selain ongkir utama, terkadang ada biaya tambahan yang baru muncul setelah barang diproses.

Contohnya:

  • biaya handling

  • biaya storage

  • biaya repacking

  • biaya foto barang

  • biaya labeling

  • biaya sortir

  • biaya dokumen

  • biaya pickup

  • biaya pengiriman domestik

Tidak semua layanan mengenakan biaya yang sama. Karena itu, sebelum memakai jasa pengiriman, tanyakan detail biaya agar tidak salah estimasi.

13. Barang Terlalu Lama di Gudang

Jika barang terlalu lama berada di gudang China atau gudang Indonesia, bisa saja muncul biaya penyimpanan. Biaya ini biasanya terjadi jika barang tidak segera diproses, belum lengkap dokumennya, atau menunggu instruksi dari pembeli.

Agar tidak terkena biaya tambahan, pastikan:

  • marking sudah benar

  • data barang lengkap

  • instruksi pengiriman jelas

  • pembayaran ongkir tidak terlambat

  • dokumen pendukung sudah siap

14. Data Awal dari Seller Tidak Akurat

Seller kadang memberikan estimasi berat dan volume yang kurang tepat. Ini bisa terjadi karena seller belum packing barang atau hanya menebak berdasarkan pengalaman.

Masalahnya, estimasi dari seller sering berbeda dengan hasil timbang gudang. Jika gudang sudah menimbang dan mengukur ulang, angka final bisa berubah.

Karena itu, estimasi awal dari seller sebaiknya digunakan sebagai gambaran, bukan patokan final.

Cara Menghindari Ongkir Impor Berubah Terlalu Jauh

Agar ongkir tidak meleset terlalu jauh dari perkiraan, lakukan beberapa langkah berikut:

  1. Tanyakan berat dan volume setelah packing.

  2. Minta ukuran karton dari seller.

  3. Tanyakan jumlah koli.

  4. Pastikan ongkir lokal China sudah dihitung.

  5. Tanyakan minimum charge.

  6. Jelaskan jenis barang dengan benar.

  7. Pilih jalur pengiriman sesuai kebutuhan.

  8. Hitung berat aktual dan berat volume.

  9. Siapkan dana cadangan untuk biaya tambahan.

  10. Gunakan jasa pengiriman yang komunikasinya jelas.

Langkah-langkah ini membantu Anda membuat estimasi biaya yang lebih akurat sebelum barang dikirim.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula

Beberapa kesalahan yang sering membuat ongkir impor berubah jauh dari perkiraan adalah:

  • hanya bertanya harga barang

  • tidak menanyakan berat dan volume

  • tidak menghitung ukuran packing

  • lupa ongkir lokal China

  • tidak menanyakan minimum charge

  • mengira barang ringan pasti murah

  • tidak memperhatikan kategori barang

  • tidak menyiapkan biaya tambahan

  • terlalu percaya pada estimasi kasar seller

  • tidak menghitung kurs

Kesalahan ini bisa membuat produk terlihat murah di awal, tetapi modal akhirnya jauh lebih besar.

Kesimpulan

Ongkir impor bisa berubah karena banyak faktor, mulai dari berat barang, volume, packing, minimum charge, ongkir lokal China, jumlah koli, jenis barang, jalur pengiriman, kurs, sampai biaya tambahan dari gudang atau forwarder.

Dalam bisnis impor, estimasi ongkir sebaiknya tidak dianggap sebagai angka final sebelum barang benar-benar dipacking, ditimbang, dan diukur. Agar tidak salah hitung modal, selalu tanyakan detail berat, volume, jumlah paket, minimum charge, dan biaya tambahan sejak awal.

Prinsipnya sederhana: harga barang murah belum tentu menguntungkan jika ongkir tidak dihitung dengan benar.



Leave a Reply

Jangan ragu menghubungi kami untuk menggunakan Jasaalipay.id

JASAALIPAY.ID

Untuk lebih jelasnya, hubungi kami di nomor:

+62-8114-21936