Dalam bisnis impor, ongkir adalah salah satu komponen biaya yang sering membuat pemula bingung. Di awal, estimasi pengiriman terlihat murah. Namun setelah barang dipacking, ditimbang, atau masuk gudang, biaya ongkir bisa berubah dari perkiraan awal.
Hal ini wajar terjadi karena ongkir impor tidak hanya dihitung dari harga barang. Ongkir bisa dipengaruhi oleh berat, volume, jenis barang, jalur pengiriman, packing, minimum charge, lokasi supplier, sampai biaya tambahan tertentu.
Karena itu, penting memahami kenapa ongkir impor bisa berubah agar Anda tidak salah menghitung modal dan tidak kaget saat tagihan pengiriman keluar.
Salah satu penyebab paling umum ongkir impor berubah adalah berat barang ternyata berbeda dari estimasi awal. Seller kadang hanya memberikan perkiraan kasar sebelum barang dipacking.
Misalnya seller mengatakan berat sekitar 5 kg, tetapi setelah barang masuk kardus dan dipacking, berat akhirnya menjadi 7 kg. Perubahan ini tentu membuat biaya pengiriman ikut naik, terutama jika pengiriman dihitung berdasarkan kilogram.
Karena itu, sebelum membayar atau mengirim barang, sebaiknya tanyakan berat setelah packing, bukan hanya berat produk.
Selain berat, volume juga sangat berpengaruh terhadap ongkir impor. Barang yang ringan tetapi ukurannya besar bisa dikenakan biaya lebih mahal karena memakan ruang.
Contohnya:
boneka
bantal
box kosong
barang plastik besar
dekorasi rumah
produk dengan kemasan tebal
Barang seperti ini mungkin tidak terlalu berat, tetapi volumenya besar. Jika pengiriman dihitung berdasarkan CBM atau berat volume, ongkir bisa lebih tinggi dari perkiraan awal.
Packing tambahan memang penting untuk menjaga barang tetap aman. Namun, packing tambahan juga bisa membuat berat dan volume paket naik.
Packing tambahan bisa berupa:
bubble wrap
kardus tambahan
packing kayu
pallet
foam pelindung
plastik pelindung
tambahan lapisan keamanan
Jika barang mudah pecah, elektronik, atau bernilai tinggi, packing tambahan sering dibutuhkan. Akibatnya, ongkir bisa berubah karena ukuran akhir paket berbeda dari estimasi awal.
Dalam pengiriman impor, sering ada minimum charge. Artinya, meskipun barang Anda lebih kecil atau lebih ringan dari batas minimum, biaya tetap dihitung berdasarkan minimum tersebut.
Contoh:
berat barang 1 kg
minimum charge 2 kg
maka ongkir tetap dihitung 2 kg
Atau:
volume barang 0,05 CBM
minimum charge 0,1 CBM
maka biaya tetap dihitung 0,1 CBM
Inilah alasan barang kecil belum tentu selalu murah untuk dikirim. Jika terkena minimum charge, biaya bisa terasa lebih tinggi dari perkiraan.
Pada beberapa jalur pengiriman, terutama udara, ongkir bisa dihitung berdasarkan berat aktual atau berat volume. Biasanya yang digunakan adalah mana yang lebih besar.
Contohnya:
berat aktual: 3 kg
berat volume: 6 kg
Maka biaya bisa dihitung berdasarkan 6 kg, bukan 3 kg.
Hal ini sering terjadi pada barang yang ringan tetapi ukurannya besar. Karena itu, jangan hanya menanyakan berat barang. Tanyakan juga ukuran paket setelah packing.
Banyak pembeli hanya menghitung ongkir dari China ke Indonesia, tetapi lupa menghitung ongkir lokal China. Padahal, sebelum dikirim ke Indonesia, barang biasanya harus dikirim dulu dari supplier ke gudang China atau forwarder.
Ongkir lokal China bisa berubah tergantung:
lokasi supplier
jarak ke gudang
berat paket
volume paket
jumlah koli
jasa ekspedisi lokal yang digunakan
Jika ongkir lokal belum dihitung sejak awal, total biaya impor bisa berubah saat seller mengirimkan tagihan akhir.
Ongkir juga bisa berubah jika jumlah paket atau koli ternyata lebih banyak dari perkiraan. Misalnya, Anda mengira barang dikirim dalam 1 koli, tetapi seller mengirim dalam 3 koli.
Jumlah koli bisa memengaruhi:
biaya handling
biaya gudang
biaya pickup
risiko minimum charge per paket
proses pencatatan dan sortir
Karena itu, sebelum barang dikirim, tanyakan apakah barang akan dikirim dalam satu paket atau beberapa paket.
Tidak semua barang memiliki tarif pengiriman yang sama. Beberapa barang bisa dianggap lebih sensitif, lebih berisiko, atau membutuhkan perlakuan khusus.
Contohnya:
barang mudah pecah
elektronik
barang mengandung baterai
cairan
powder
magnet
produk tekstil tertentu
barang berukuran besar
barang yang membutuhkan dokumen tambahan
Jika kategori barang berbeda dari deklarasi awal, tarif pengiriman bisa berubah. Karena itu, jelaskan jenis barang dengan benar sejak awal.
Ongkir impor juga bisa berubah jika jalur pengiriman berubah. Misalnya, awalnya ingin menggunakan laut retail, tetapi karena barang urgent akhirnya dipindahkan ke udara. Atau barang awalnya direncanakan masuk laut kiloan, tetapi volumenya lebih cocok dihitung dengan CBM.
Secara umum:
udara lebih cepat tetapi lebih mahal
laut retail lebih hemat tetapi lebih lama
LCL cocok untuk volume lebih besar
FCL cocok untuk barang satu kontainer
Jika jalur berubah, biaya juga ikut berubah.
Biaya pengiriman bisa ikut berubah karena kondisi logistik. Misalnya ada kepadatan pengiriman, perubahan jadwal kapal, peak season, libur panjang, atau kapasitas pengiriman terbatas.
Pada periode tertentu seperti menjelang hari besar, akhir tahun, atau setelah libur panjang, biaya pengiriman bisa lebih sensitif karena permintaan pengiriman meningkat.
Karena itu, estimasi ongkir sebaiknya dianggap sebagai perkiraan, bukan angka yang selalu pasti sampai barang benar-benar diproses.
Jika biaya pengiriman dihitung dalam yuan atau dolar, perubahan kurs bisa memengaruhi total biaya dalam rupiah. Walaupun tarif dalam mata uang asing tetap, jumlah rupiah yang harus dibayar bisa berubah.
Misalnya tarif pengiriman tetap 300 yuan, tetapi kurs yuan naik. Maka biaya dalam rupiah juga ikut naik.
Karena itu, saat menghitung modal impor, gunakan kurs yang realistis dan siapkan sedikit cadangan biaya.
Selain ongkir utama, terkadang ada biaya tambahan yang baru muncul setelah barang diproses.
Contohnya:
biaya handling
biaya storage
biaya repacking
biaya foto barang
biaya labeling
biaya sortir
biaya dokumen
biaya pickup
biaya pengiriman domestik
Tidak semua layanan mengenakan biaya yang sama. Karena itu, sebelum memakai jasa pengiriman, tanyakan detail biaya agar tidak salah estimasi.
Jika barang terlalu lama berada di gudang China atau gudang Indonesia, bisa saja muncul biaya penyimpanan. Biaya ini biasanya terjadi jika barang tidak segera diproses, belum lengkap dokumennya, atau menunggu instruksi dari pembeli.
Agar tidak terkena biaya tambahan, pastikan:
marking sudah benar
data barang lengkap
instruksi pengiriman jelas
pembayaran ongkir tidak terlambat
dokumen pendukung sudah siap
Seller kadang memberikan estimasi berat dan volume yang kurang tepat. Ini bisa terjadi karena seller belum packing barang atau hanya menebak berdasarkan pengalaman.
Masalahnya, estimasi dari seller sering berbeda dengan hasil timbang gudang. Jika gudang sudah menimbang dan mengukur ulang, angka final bisa berubah.
Karena itu, estimasi awal dari seller sebaiknya digunakan sebagai gambaran, bukan patokan final.
Agar ongkir tidak meleset terlalu jauh dari perkiraan, lakukan beberapa langkah berikut:
Tanyakan berat dan volume setelah packing.
Minta ukuran karton dari seller.
Tanyakan jumlah koli.
Pastikan ongkir lokal China sudah dihitung.
Tanyakan minimum charge.
Jelaskan jenis barang dengan benar.
Pilih jalur pengiriman sesuai kebutuhan.
Hitung berat aktual dan berat volume.
Siapkan dana cadangan untuk biaya tambahan.
Gunakan jasa pengiriman yang komunikasinya jelas.
Langkah-langkah ini membantu Anda membuat estimasi biaya yang lebih akurat sebelum barang dikirim.
Beberapa kesalahan yang sering membuat ongkir impor berubah jauh dari perkiraan adalah:
hanya bertanya harga barang
tidak menanyakan berat dan volume
tidak menghitung ukuran packing
lupa ongkir lokal China
tidak menanyakan minimum charge
mengira barang ringan pasti murah
tidak memperhatikan kategori barang
tidak menyiapkan biaya tambahan
terlalu percaya pada estimasi kasar seller
tidak menghitung kurs
Kesalahan ini bisa membuat produk terlihat murah di awal, tetapi modal akhirnya jauh lebih besar.
Ongkir impor bisa berubah karena banyak faktor, mulai dari berat barang, volume, packing, minimum charge, ongkir lokal China, jumlah koli, jenis barang, jalur pengiriman, kurs, sampai biaya tambahan dari gudang atau forwarder.
Dalam bisnis impor, estimasi ongkir sebaiknya tidak dianggap sebagai angka final sebelum barang benar-benar dipacking, ditimbang, dan diukur. Agar tidak salah hitung modal, selalu tanyakan detail berat, volume, jumlah paket, minimum charge, dan biaya tambahan sejak awal.
Prinsipnya sederhana: harga barang murah belum tentu menguntungkan jika ongkir tidak dihitung dengan benar.
JASAALIPAY.ID